615 Residents Evacuated in North Sumatra Amid Natural Disasters as Mount Sinabung Activity Intensifies
Indonesian authorities have evacuated 615 residents of Kuta Tengah village in North Sumatra to shelters after raising Mount Sinabung's alert level to III following intensified volcanic activity and a major eruption that sent an ash column 3,500 meters high amid natural disasters. Joint teams carried out the evacuation as a precaution after a major eruption earlier in the week, with authorities expanding the restricted zone to prohibit entry within a three-kilometer radius of the summit and up to six kilometers southeast. [1]
Evacuation of Residents Near Mount Sinabung
A total of 615 residents of Kuta Tengah village in Indonesia's North Sumatra province have been evacuated to shelters as volcanic activity at Mount Sinabung intensified, the country's disaster agency said Wednesday. [1] Residents of Kuta Tengah village are evacuated to shelters in North Sumatra province, Indonesia, Sept. 1, 2026. [1] Berton Panjaitan, acting spokesperson for the National Disaster Management Agency, said joint teams carried out the evacuation as a precaution following a major eruption earlier this week. [1] The scale of the move reflects the direct response to heightened volcanic conditions that prompted authorities to act swiftly in relocating the affected population from the village. [1] This evacuation targets the immediate area around the volcano where activity has shown clear signs of increase, leading to organized transport of residents to designated shelters for their protection. [1]
Raised Alert Level and Restricted Zones
Authorities have raised Mount Sinabung's alert status from Level II to Level III, one level below the highest level, following increased volcanic activity. [1] The volcano earlier sent an ash column about 3,500 meters above its summit, prompting authorities to expand the restricted zone. [1] Residents and tourists are prohibited from entering relocated villages, areas within a three-kilometer radius of the summit, and a sector extending up to six kilometers southeast of the volcano. [1] This change in alert level directly follows the observed intensification, including the significant ash emission that reached the reported height. [1] The expanded restrictions cover specific zones to limit exposure, encompassing both the circular radius around the summit and the extended southeast sector where hazards are deemed higher. [1]

Residents of Kuta Tengah village are evacuated to shelters in North Sumatra amid Mount Sinabung eruption. — Source: gdelt
Calls for Accelerated Mitigation and Public Safety Measures
Erupsi Sinabung, Ahmad Darwis Desak Mitigasi Dipercepat: Keselamatan Warga Harus Jadi Prioritas. [2] Ahmad Darwis mendesak pemerintah dan seluruh pihak terkait agar mempercepat langkah mitigasi serta memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang valid mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. [2] “Penanganan dan mitigasi harus segera dilakukan. Masyarakat juga harus terus diimbau agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Informasi yang diterima warga harus bersumber dari pemerintah dan pihak yang berwenang,” tegas Ahmad Darwis di ruang kerjanya, Rabu (2/9/2026). [2] Menurutnya, kondisi erupsi tidak boleh dianggap sepele. [2] Terlebih, aktivitas gunung api dapat mengalami peningkatan sewaktu-waktu sehingga langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini. [2] Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama dengan menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan akibat paparan abu vulkanik. [2] Ahmad Darwis menilai pemerintah harus bergerak cepat dalam menangani kondisi di lapangan. [2] Jangan sampai penanganan baru dilakukan secara maksimal setelah jumlah korban atau dampak bencana semakin besar. [2] “Jangan menunggu korban semakin banyak baru dilakukan eksekusi. Kalau memang sudah ada beberapa desa yang diungsikan, maka penanganannya harus benar-benar dipersiapkan dengan baik,” ujarnya. [2] Ahmad Darwis menegaskan, mitigasi bencana bukan sekadar tindakan ketika bencana terjadi, tetapi upaya mencegah agar dampaknya tidak semakin besar. [2] “Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Selain menyelamatkan manusia, pencegahan juga jauh lebih ringan dibandingkan harus menangani korban dan kerugian yang semakin besar,” katanya. [2] Ia berharap seluruh pihak tidak lengah menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. [2]
Ensuring Education and Psychological Support in Shelters
Selain keselamatan masyarakat, Ahmad Darwis juga menyoroti keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak erupsi. [2] Menurutnya, keselamatan harus ditempatkan di atas segala kepentingan, termasuk kegiatan belajar mengajar secara formal di sekolah. [2] Jika kondisi tidak memungkinkan anak-anak bersekolah seperti biasa, ia mendorong pemerintah menyiapkan pola pembelajaran di lokasi pengungsian dengan manajemen yang baik. [2] “Kalau keselamatan belum memungkinkan untuk anak-anak datang ke sekolah, jangan dipaksakan. Keselamatan lebih utama. Namun, kalau memungkinkan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di pengungsian dengan pola yang tidak harus formal seperti di sekolah,” katanya. [2] Dengan demikian, lanjut Ahmad Darwis, anak-anak tetap mendapatkan pendidikan sekaligus terhindar dari risiko yang dapat membahayakan keselamatan mereka. [2] Ia menambahkan, pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi psikologis anak-anak yang berada di pengungsian. [2] Situasi bencana dapat menimbulkan rasa takut dan kecemasan sehingga mereka membutuhkan pendampingan serta suasana yang aman. [2] “Kalau memang tidak memungkinkan, kesehatan dan keselamatan harus lebih utama. Anak-anak bisa berada di rumah keluarga atau tempat yang lebih aman. Yang penting mereka terlindungi,” ujarnya. [2] Pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur terkait harus bergerak bersama dengan mengutamakan keselamatan dan kemanusiaan. [2] “Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Jangan dianggap sepele. Selama masih ada potensi peningkatan aktivitas, kewaspadaan harus terus dijaga,” pungkasnya. [2]
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20262707-Aktivitas-Merapi-Senin-pagi.jpg)
Residents of Kuta Tengah village are evacuated to shelters in North Sumatra province, Indonesia, Sept. 1, 2026. — Source: gdelt
Ongoing Activity at Mount Merapi
Gunung Merapi dilaporkan mengalami 24 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-16 mm dan lama gempa 34.99-128.87 detik. [3] Selain itu, tercatat pula 9 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 11-37 mm, S-P 0.5-0.8 detik dan lama gempa 11.52-20.91 detik. [3] Serta 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 2-33 mm, dan lama gempa 5.06-13.89 detik. [3] Hal itu berdasarkan hasil laporan terakhir BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga siang ini, Rabu (2/9/2026), hingga pukul 12.00 WIB. [3] Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) for gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut. [3] Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas. Asap kawah nihil. Cuaca teramati cerah, angin tenang ke arah timur. Suhu udara sekitar 22°C. Kelembaban 75 persen. Tekanan udara 876.2 mmHg. [3] BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. [3] Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. [3] Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. [3] Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya. [3] Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. [3] Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. [3] Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. [3]
Broader Impacts Including Flight Disruptions
Indonesia’s Mount Sinabung eruption halts flights, thousands evacuated. [4] Indonesia’s Mount Sinabung eruption halts flights, thousands evacuated. [5] The Sinabung eruption has halted flights, with thousands of residents evacuated according to reports. [4] [5] These effects extend beyond the immediate evacuation zones, affecting regional transportation networks and underscoring the wider reach of the volcanic event in North Sumatra. [4] [5] Reports highlight that the disruptions to air travel compound the challenges faced by local communities already dealing with the need for shelter and restricted access around the volcano. [4] [5]
What to watch next: Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya around Mount Merapi, with authorities set to review activity levels if significant changes occur. [3]






